banner 728x250

“Wisanggeni” KPK Resik-Resik Tulungagung: Bupati Gatut Sunu dan Belasan Penggede Diangkut ke Jakarta !

banner 120x600
banner 468x60

TULUNGAGUNG, KITATODAY.COM — Bumi Lawadan mendadak geger geden. Ibarat amukan ksatria pewayangan Wisanggeni yang turun tangan menyapu kotoran dan kebatilan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi “resik-resik” massal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung akhir pekan ini.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang berlangsung senyap, cepat, dan tajam ini tidak tanggung-tanggung, langsung menyapu puncak pimpinan tertinggi daerah.

banner 325x300

Terkaman Jumat Sore, sangat mengerikan, bak badai menerjang

Jumat, 10 April 2026, berubah menjadi hari yang kelabu bagi Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Tim penyidik lembaga antirasuah tiba-tiba turun gunung dan langsung menerkam orang nomor satu di sana, yakni Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.

Berdasarkan konfirmasi Juru Bicara KPK, sang Bupati tak berkutik saat terjaring operasi senyap. Beliau langsung diamankan dan diterbangkan menuju Jakarta pada Jumat sore untuk segera mejalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.

Belasan Pejabat Tinggi Ikut Terseret

Geger ini ternyata tidak berhenti di kursi Bupati. Jaring penyidik rupanya dilempar sangat lebar. Total ada 16 orang yang turut diringkus oleh KPK dalam operasi ini.

Pemeriksaan maraton langsung digelar secara tertutup di Mapolres Tulungagung sejak Jumat malam hingga Sabtu (11/4/2026) dini hari. Barisan mobil penyidik KPK terpantau keluar masuk membawa tumpukan kardus berisi dokumen hingga koper-koper penting. Sejumlah pejabat teras yang menduduki kursi empuk Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), direktur, petinggi dinas, hingga ajudan dilaporkan tak luput dari sapuan badai “Wisanggeni” ini.

Sementara itu, Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso yang biasanya terbuka, kini terpantau tertutup rapat dan dijaga ketat oleh petugas.

Diangkut Bus Kebanggaan ke Ibu Kota
Puncak tontonan dari drama pemberantasan korupsi ini terjadi pada keesokan harinya, Sabtu (11/4/2026). Rombongan belasan pejabat tinggi Tulungagung yang telah selesai diinterogasi awal di daerah, akhirnya harus dibawa ke markas pusat KPK di Jakarta.

Ironisnya, eksodus para penggede daerah yang tengah tersandung pusaran rasuah ini diangkut secara rombongan menggunakan armada bus kebanggaan warga lokal, yakni Bus Harapan Jaya. Pemandangan belasan abdi negara yang biasanya menikmati fasilitas VIP pemerintahan, kini harus duduk di kursi bus menuju ibu kota dengan pengawalan ketat penyidik.

Kini rakyat menanti berita dari KPK ,siapakah belasan Pejabat yang diangkut Wisanggeni, nantinya memakai baju Oren ?

Reporter : Investigasi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan