banner 728x250

Pasca OTT di Tulungagung, Gus Edi Al Ghoibi Desak KPK ‘Habisi’ Tikus Rakyat dan Sahkan UU Perampasan Aset

banner 120x600
banner 468x60

TULUNGAGUNG, KITATODAY.COM – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang baru-baru ini mengguncang Kabupaten Tulungagung memicu reaksi keras dari berbagai tokoh masyarakat. Pembina sekaligus Pendiri Yayasan Al Ghoibi, Gus Edi, angkat bicara dengan nada tajam terkait darurat integritas yang melanda wilayah tersebut.

Gus Edi menekankan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak boleh sekadar melakukan penangkapan seremonial. Ia mendesak lembaga antirasuah tersebut untuk melakukan pembersihan total terhadap oknum pejabat yang ia istilahkan sebagai “tikus-tikus rakyat”.

banner 325x300

Ganyang Hama Negara, Miskinkan Koruptor

​Menurut Gus Edi, para koruptor adalah hama nyata yang menjadi bayang-bayang kesengsaraan bagi masyarakat kecil. Ia menegaskan bahwa hukuman penjara saja tidak cukup untuk memberikan efek jera.

  • “Sudah saatnya negara mengesahkan Undang-Undang yang memiskinkan koruptor. Mereka telah menggerogoti kemakmuran rakyat, maka hartanya pun harus dikembalikan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat,” tegas Gus Edi.

 

​Tak hanya menekan penegak hukum, Gus Edi Al Ghoibi juga mengajak seluruh lapisan elemen masyarakat untuk lebih proaktif. Ia meminta warga tidak lagi bersikap apatis terhadap jalannya pemerintahan.

  1. Awasi Pejabat : Masyarakat harus menjadi mata dan telinga dalam mengawasi pejabat yang tidak amanah.
  2. Tutup Celah : Pengawasan ketat adalah satu-satunya cara menutup peluang munculnya “tikus-tikus” baru di birokrasi.
  3. Kawal Anggaran : Memastikan setiap rupiah uang negara sampai ke tangan yang berhak, bukan berakhir di kantong pribadi oknum.

Pesan Sakral untuk Pejabat Baru: Jangan Ciderai Nama ‘Tulungagung

​Menutup pernyataannya, Gus Edi memberikan peringatan spiritual yang mendalam bagi para pejabat yang nantinya akan mengisi kursi kekosongan pasca OTT. Ia mengingatkan bahwa nama Tulungagung bukanlah sekadar identitas geografis, melainkan memiliki kekuatan spiritual yang tinggi.

​”Pahami makna dari sebuah nama. Tulungagung membawa vibrasi pertolongan dan keagungan (Tulung dan Agung). Jangan sekali-kali mengkhianati atau menciderai kesucian nama daerah ini dengan tindakan nista seperti korupsi,” pungkasnya dengan nada getir.

 

Pernyataan ini menjadi alarm keras bagi birokrasi di Tulungagung bahwa masyarakat—melalui tokoh-tokohnya—kini berdiri di barisan terdepan untuk menuntut keadilan dan transparansi total. ( Red )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan