banner 728x250

Mas Teguh Wiyono (Mas TW) Dorong Petani dan UMKM Ponorogo Naik Kelas Melalui Peningkatan Ekspor

banner 120x600
banner 468x60

KitaToday.com – Pengusaha, advokat, sekaligus dosen asal Ponorogo, Teguh Wiyono, S.E., S.H., S.Pd., M.M., atau yang dikenal sebagai Mas TW, mendorong pelaku UMKM dan petani naik kelas melalui peningkatan ekspor.

Ia dikenal sebagai pengusaha di bidang pendidikan yang mengelola sejumlah perguruan tinggi swasta, lembaga pelatihan kerja, serta pabrik rokok Brann Tobacco Inti Makmur.

banner 325x300

Ia juga sempat masuk bursa calon Bupati Ponorogo 2024 setelah mengikuti uji kelayakan di sejumlah partai, termasuk DPP PKB, serta kini disebut dalam pemberitaan media siap maju menjadi calon Wakil Bupati mendampingi Hj. Lisdyarita, S.H.

Dorongan tersebut menguat seiring peresmian kepengurusan DPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Export Center (HEC) yang dinilai menjadi momentum strategis penguatan ekonomi daerah berbasis pasar global.

Kehadiran lembaga ini diharapkan mampu memperluas akses pasar internasional sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal dari Ponorogo.

Mas TW menilai HIPMI memiliki potensi besar untuk melahirkan eksportir muda yang tangguh, khususnya di wilayah Jawa Timur. Ia mendorong penguatan peran strategis organisasi tersebut dalam pengembangan ekspor daerah.

Dalam kunjungannya bersama Prof. H. Yogi Saputro, S.H., M.H., Ph.D., selaku legal perusahaan, pada Kamis, 2 April 2026, Mas TW menekankan pentingnya legalitas usaha sebagai fondasi pengembangan ekspor.

Ia juga mengajak jajaran HIPMI Export Center untuk memperkuat ekosistem ekspor yang berkelanjutan.

Pertemuannya dengan Ketua HIPMI Export Center (HEC), Iffan Izzulhaq, difokuskan pada optimalisasi potensi komoditas unggulan Ponorogo.

Produk seperti kunyit, temulawak, porang, jahe gajah, hingga olahan tembakau dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai ekonomi melalui pasar internasional.

Ia menargetkan nilai ekspor dari wilayah Ponorogo dapat mencapai Rp50 miliar hingga Rp100 miliar dalam satu tahun.

Target tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan daya saing dan pendapatan masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha nasional menjadi kunci utama pemanfaatan peluang pasar internasional secara optimal.

Kehadiran pusat pembinaan baru, lanjutnya, diharapkan mampu mengakselerasi kontribusi dunia usaha terhadap pertumbuhan ekonomi di masa depan.

“Kita perlu berkolaborasi dan saling mendukung untuk menembus pasar internasional. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, peluang ekspor dapat dimanfaatkan secara lebih optimal,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Arief Wibisono, menjelaskan bahwa perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri berperan sebagai agen bisnis.

“Mereka bertugas aktif membantu promosi produk-produk unggulan Indonesia di pasar global,” ujar Arief.

Menurutnya, para pelaku usaha dapat memperoleh informasi pasar yang akurat guna menindaklanjuti berbagai permintaan dari calon pembeli.

Langkah ini secara efektif akan meningkatkan peluang keberhasilan transaksi perdagangan internasional bagi para pengusaha muda nasional.

Secara nasional, kinerja perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD41,05 miliar.

Capaian ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dibandingkan periode tahun fiskal sebelumnya.

Senada, Ketua HIPMI Export Center (HEC), Iffan Izzulhaq, menegaskan pentingnya peran kementerian sebagai pintu akses utama menuju pasar global.

Ia menyebut lembaga yang dipimpinnya akan menjadi penggerak kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah.

“Kementerian menjadi pintu akses utama menuju pasar global, dan kami akan mendorong kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah,” ujar Iffan.

Menurutnya, dukungan dari kementerian diharapkan mampu membimbing para pengusaha muda agar semakin maju dan berkembang secara efektif di pasar internasional.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan