banner 728x250

MBG Tulungagung “Disunat” Oknum? LPK-RI: Sajian Tak Layak, Bau Amis Korupsi Menyengat !

banner 120x600
banner 468x60

TULUNGAGUNG, KitaToday.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi angin segar bagi peningkatan gizi generasi bangsa, justru menjadi ladang “bancakan” oknum tak bertanggung jawab. Di SDN Talang, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Senin 23/2/2026.

 

banner 325x300

potret kemiskinan nurani terpampang nyata dalam kotak makan siswa.

Menu “Miris” di Atas Meja Siswa

​Berdasarkan informasi yang viral di media sosial, paket MBG yang disajikan jauh dari kata layak. Bukannya makanan bergizi seimbang, para siswa hanya disuguhi:

​Butiran telur puyuh yang minim protein.

 

  • Ceceran kering tempe.
  • Satu buah jeruk sebagai pelengkap alakadarnya.

​Kondisi ini memicu gelombang kecaman karena nilai gizi yang sampai ke tangan siswa dianggap tidak sebanding dengan anggaran yang dikucurkan pemerintah.

 

Kecaman Keras LPK-RI :

 

Ada Tikus Rakus!”

​Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPC Tulungagung tidak tinggal diam. Penasehat LPK-RI, Gus Edi Al Ghoibi, meledak geram melihat carut-marut implementasi MBG di wilayah Sendang, khususnya Desa Talang.

 

​”Program ini bagus, tapi dirusak oleh oknum sembrono yang hanya mementingkan perut sendiri dan golongannya. Jika pelayanannya seburuk ini, patut diduga ada ‘tikus-tikus rakus’ di balik layar yang mencari keuntungan selangit,” tegas Gus Edi dengan nada geram.

​Lebih jauh, Gus Edi mencium adanya aroma busuk dalam rantai pasok kebutuhan MBG. Ia menduga rendahnya kualitas makanan tersebut merupakan dampak dari “potongan” ilegal di tingkat atas.

 

​”Patut diduga ada oknum yang menarik upeti terlalu tinggi dengan modus meminta cashback dari para pemasok. Akibatnya, pemasok terpaksa menekan kualitas bahan makanan demi menutupi setoran tersebut. Ini sangat zalim kepada anak didik kita!” tambahnya.

 

​Pihak LPK-RI mendesak Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi total dan turun ke lapangan. Gus Edi meminta agar tidak ada kompromi bagi mereka yang bermain dengan gizi anak sekolah.

 

​”Pemerintah harus bertindak! Jika terbukti tidak layak, tutup dan cabut izin pengelola MBG tersebut. Jangan biarkan masa depan anak-anak kita dikorbankan demi nafsu serakah oknum,” pungkasnya.

 

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat menunggu langkah nyata dari Dinas Pendidikan dan pihak terkait untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan anggaran program MBG di Kecamatan Sendang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan