Tulungagung, KitaToday.com – Sajen dalam upacara mantenan Jawa bukan sekadar makanan atau benda yang diletakkan di tempat tertentu. Sajen merupakan simbol doa, rasa syukur, dan harapan agar rumah tangga pengantin mendapat keselamatan, kelancaran, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan baru.
Dalam pandangan filosofi Jawa, kehidupan manusia harus selalu menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual. Oleh karena itu, sajen digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta ungkapan syukur kepada Tuhan atas berlangsungnya pernikahan.
Beberapa unsur sajen juga memiliki makna simbolis:
1. Tumpeng atau nasi
Melambangkan kemakmuran dan harapan agar keluarga baru selalu tercukupi rezekinya.
Pisang raja atau pisang setangkep
Menjadi simbol kesuburan, harapan agar pasangan memiliki keturunan dan kehidupan yang berkembang baik.
2. Kembang setaman
Melambangkan keharuman nama, doa agar rumah tangga pengantin selalu membawa kebaikan dan dihormati masyarakat.
Jajan pasar
Melambangkan keberagaman rasa kehidupan. Rumah tangga pasti ada manis, pahit, dan asin, namun semuanya harus dijalani bersama dengan kesabaran.
3. Air dan daun-daunan
Menjadi simbol kesucian serta harapan agar kehidupan rumah tangga selalu bersih dari niat buruk dan masalah besar.
4. Kelapa (degan / klopo)
Kelapa melambangkan keutuhan dan kesempurnaan hidup. Dalam filosofi Jawa sering disebut “cikal bakal kehidupan”. Harapannya rumah tangga pengantin utuh, kuat, dan tahan menghadapi masalah.
5. Kopi
Kopi melambangkan kesadaran dan keteguhan hati. Hidup rumah tangga pasti ada pahit manisnya, seperti rasa kopi. Pesannya supaya pasangan kuat menghadapi pahitnya kehidupan.
6. Teh atau air putih
Melambangkan ketenangan dan kejernihan pikiran. Harapannya rumah tangga selalu adem, damai, tidak mudah emosi.
7. Rokok atau tembakau
Dalam tradisi Jawa sering menjadi simbol penghormatan kepada leluhur. Artinya keluarga yang punya hajat tetap ingat asal-usul dan menghormati yang lebih dulu ada.
8. Kembang setaman
Melambangkan keharuman nama dan doa baik. Harapannya keluarga pengantin selalu membawa kebaikan dan dihormati masyarakat.
9. Jajan pasar atau makanan kecil
Melambangkan keberagaman kehidupan. Dalam rumah tangga ada banyak rasa: senang, susah, manis, pahit. Semua harus dijalani bersama.
Dalam budaya Jawa, sajen di mantenan adalah simbol doa dan harapan, agar rumah tangga pengantin rukun, tentrem, lan rahayu serta mendapat keselamatan. (Gus_Semplah)


















