banner 728x250

SKANDAL “KANTOR HANTU” DI SIANG BOLONG: LPK-RI Endus Bau Busuk di SPPG Karanganom !

banner 120x600
banner 468x60

TULUNGAGUNG, KitaToday.com – Integritas pelayanan publik di SPPG Karanganom kini berada di bawah sorotan tajam. Rabu (11/3/2026), Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) menemukan fakta mencengangkan: kantor sudah dalam kondisi lumpuh total pada pukul 13:00 WIB, sebuah jam yang seharusnya menjadi puncak aktivitas pelayanan masyarakat.

Pejabat Menghilang, Alibi Satpam Mencurigakan
Penasehat LPK-RI, Gus Edi Al Ghoibi, yang datang dengan niat melakukan koordinasi dengan Kepala SPPI Sebrina, justru dihadang oleh kenyataan pahit. Bukannya disambut oleh pejabat berwenang, tim LPK-RI hanya ditemui oleh oknum satpam bernama Anggit Ali M.

Dengan nada datar namun tidak konsisten, Anggit menyatakan bahwa seluruh staf termasuk pimpinan telah meninggalkan lokasi. “Sudah pulang semua, tidak ada orang,” cetusnya singkat, yang langsung memicu kecurigaan tim di lapangan.

Parmonangan Sirait: “Ada Bau Busuk yang Disembunyikan!”

 

Ketua LPK-RI Tulungagung, Parmonangan Sirait, yang turut hadir dalam sidak tersebut, meluapkan kemarahannya atas sikap tidak kooperatif petugas keamanan. Menurutnya, jawaban yang diberikan oleh Anggit Ali M. tidak masuk akal dan terkesan sengaja mengulur waktu atau menutupi sesuatu.

Kami datang di jam kerja, bukan jam tidur! Jawaban satpam ini berputar-putar, tidak konsisten, dan sangat mencurigakan. Ini seperti upaya menutupi bau busuk yang menyengat di dalam instansi ini. Jika tidak ada apa-apa, kenapa harus menghindar?” tegas Sirait dengan geram.

Dugaan Pelanggaran Disiplin Berat

Kosongnya kantor di tengah hari kerja bukan sekadar masalah teknis, melainkan tamparan keras bagi reformasi birokrasi di Tulungagung. LPK-RI menduga adanya praktik indisipliner kolektif yang sengaja dibiarkan.

Pertanyaan besar kini tertuju pada Kepala SPPI Sebrina:

  •  Mengapa kantor sudah tutup sebelum waktunya ?
  • Apakah ada instruksi khusus untuk menghalangi kedatangan LPK-RI ?

LPK-RI berkomitmen akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan meminta pihak terkait segera memberikan klarifikasi jujur sebelum dugaan “bau busuk” ini meledak menjadi skandal yang lebih besar.
Reporter : Tim Investigasi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *