TULUNGAGUNG, KitaToday.com – Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung kini tengah dihantam badai kontroversi. Bukannya meningkatkan gizi siswa, pelaksanaan di lapangan justru ditemukan carut-marut dan diduga kuat menabrak aturan teknis (Juknis) yang ada. (28/2/2026).
Temuan Investigasi LPK RI: Realita Jauh dari Ekspektasi
Penasehat LPK RI, Gus Edi Al Ghoibi, mengungkapkan temuan mengejutkan setelah terjun langsung ke lapangan. Berdasarkan bukti foto dan video yang sempat viral, operasional MBG dinilai tidak layak dan menyimpang dari standar pemerintah.
“Ini bukan sekadar masalah teknis kecil, tapi hak masyarakat. Ke mana larinya anggaran besar jika kualitasnya buruk?” tegas Gus Edi.
Pejabat BGN Tulungagung Hindari Konfirmasi

Sorotan tajam tertuju pada Sabrina Mahardika, Korwil sekaligus Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN Tulungagung. Alih-alih memberikan klarifikasi transparan, Sabrina justru memilih bungkam dan melempar tanggung jawab ke bagian pengaduan saat dikonfirmasi.
Sikap tertutup ini memicu kritik pedas dari Ketua DPC LPK RI Tulungagung, Parmonangan Sirait. Ia menilai pihak BGN tidak serius menangani urusan gizi anak bangsa.
Kritik Utama: Jawaban pejabat dinilai bertele-tele dan tidak profesional.
Dampak: Ketidakterbukaan ini menimbulkan spekulasi miring terkait akuntabilitas anggaran program nasional tersebut.
Kesimpulan & Desakan Publik
Publik kini mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) pusat untuk segera mengevaluasi kinerja tim di wilayah Tulungagung. Tanpa pengawasan ketat dan transparansi, program strategis ini terancam gagal total di level daerah. ( Red )

















