banner 728x250

Insiden Kabel Korsleting di RSUD dr. Iskak: Pasien Amputasi Alami Luka Bakar

banner 120x600
banner 468x60

TULUNGAGUNG, KitaToday.com – Ruang Anggrek Cris 1 RSUD dr. Iskak Tulungagung mendadak mencekam. Seorang pasien yang tengah menanti jadwal operasi amputasi lutut akibat komplikasi diabetes, justru menjadi korban ledakan kecil alat terapi infra red pada pagi hari saat perawatan rutin berlangsung.(9/3/26)​

Kronologi Kejadian

banner 325x300

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat alat infra red dinyalakan. Diduga akibat kabel yang terbelit, terjadi korsleting listrik yang memicu percikan api secara mendadak.

  • Dampak : Api menyambar tangan pasien yang sedang terbaring lemah.
  • Kondisi Pasien : Mengalami luka bakar hingga kulit melepuh di bagian tangan.
    ​Respon Manajemen: “Murni Kecelakaan”

Pihak manajemen RSUD dr. Iskak bergerak cepat meredam gejolak,_
Direktur RSUD melalui Kepala Humas, Trise, menegaskan bahwa peristiwa ini tidak mengandung unsur kesengajaan.
​”Itu murni kecelakaan, bukan kesengajaan,” ujar Trise melalui pesan singkat.

Penyelesaian Administratif
​Hingga saat ini, pihak rumah sakit menyatakan persoalan telah selesai secara internal. Keluarga pasien dilaporkan telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak menuntut pihak RSUD dr. Iskak atas insiden medis tersebut.

Saat di konfirmasi awak media, Gus Edi Al Ghoibi selaku Penasehat LPK RI ( Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia ).menjawab tanggapan dari pihak RSUD ,beliau Mengatakan,” meski dinyatakan selesai lewat surat pernyataan, insiden ini menyoroti pentingnya audit berkala terhadap kelayakan alat medis guna menjamin keselamatan pasien (patient safety).

Gus Edi menambahkan,” Rumah Sakit itu tempat mencari kesembuhan, bukan tempat menyetor nyawa atau menambah luka. Ketledoran RSUD dr. Iskak yang mengakibatkan pasien terbakar adalah bukti nyata bobroknya standar keamanan,maaf tidak bisa menyembuhkan luka bakar, itu pertanggungjawaban nyata adalah harga mati,

Ketua DPC LPK RI Parmonangan Sirait, juga menambahkan,” Sebenarnya suatu kelalaian dalam penanganan pasien yang dimana sebelum melakukan semua alat seharusnya di cek dulu. Krn ini menyangkut nyawa manusia dan walaupun sudah ada damai tetap diselidiki sampai tuntas, Pungkasnya. (Red/AL)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan