Ngawi Kitatoday.com – Problem kronis kerusakan ruas jalan Kwadungan – Kendung Kabupaten Ngawi, kini mulai menunjukkan progres kemajuan. Jalur alternatif perbatasan Ngawi-Madiun tersebut sejak bulan Maret hingga Nopember mendatang dikebut pembangunannya, agar tidak menjadi problem menahun untuk akses lalu-lintas.
Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggarap proyek rekonstruksi jalan Kwadungan – Kendung dengan pelaksana proyek PT . Kali Suruh Karsa Mandiri dengan Sumber dana proyek dari Dana Bagi Hasil TA 2025 dengan nilai anggaran Rp. 30.800.000.000,- . Sedangkan pekerjaan proyek dimulai sejak Maret 2025 dan berlangsung selama 8 bulan ke depan atau 240 hari kalender.
Menurut Rachmad Fitrianto, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Ngawi dalam proyek rekonstruksi jalan Kwadungan – Kendung akan dilakukan rigid beton atau cor, dan Talud Penahan Tanah (TPT) disesuaikan dengan konstur tanah.
Selain itu, terang Rahmad, diketahui selama ini kondisi jalan kabupaten tersebut rusak berat. Karena sering dilewati kendaraan berat dengan tonase melebihi kelas jalan. Padahal berulang kali Dinas PUPR Ngawi selalu melakukan pengaspalan ulang. Namun upaya penambalan, pengerasan hingga pengaspalan jalan, terasa sia-sia. Karena dalam rentang waktu tidak terlalu lama, jalan kembali rusak.
“Apalagi di musim hujan juga yang biasanya tiap tahun banjir dengan beban kendaraan berat yang melintasi volume lalin cukup padat. Jadi secara teknis, kalau jalan tidak di beton, maka kualitas jalan di Kwadungan Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi, akan mudah rusak,” papar Rahmad.
Saat ini, lanjut Rahmad, proyek rekonstruksi Kwadungan – Kendung sudah dalam tahap pengecoran, sehingga arus lalu-lintas di sepanjang Jalan Raya Kwadungan diberlakukan sistem tutup.
Sementara itu, dampak dari proyek rekonstruksi jalan Kwadungan – Kendung, diakui Rahmad menimbulkan polusi debu. Namun debu tersebut disebabkan akibat arus lalu-lintas kendaraan yang masih lalu-lalang di sebagian jalan yang belum dikerjakan Untuk itu, sebagai antisipasi dan mengurangi polusi debu tersebut, Dinas PUPR Ngawi telah menginstruksikan pada kontraktor pelaksana proyek untuk sering melakukan penyiraman dengan menggunakan truk tangki air.
Rsmad tak menampik, setiap pelaksanaan proyek jalan, pasti merasakan betapa tingginya masalah sosial yang harus dihadapi pelaksana proyek. Karena akan bersinggungan langsung dengan masyarakat di sekitar lokasi proyek. Akan halnya dengan dampak dari proyek rekonstruksi jalan Kwadungan – Kendung, Rahmad mengharapkan pengertian warga sekitar proyek. Sebab di penghujung September mendatang, proyek pengecoran jalan Kwadungan – Kendung akan tuntas.,” pungkas Rahmad. (Advetorial)

















