Jakarta, KitaToday.com – Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, ada beberapa lulusan yang tetap dibutuhkan banyak perusahaan. Menurut survei, lulusan tersebut berkaitan dengan bidang seperti keuangan, teknik, hingga ilmu komputer.
Saat ini, lulusan baru atau fresh graduate tengah dihadapkan pada tantangan untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja di AS menunjukkan, hanya ada sekitar 180 ribu lapangan pekerjaan pada tahun 2025, ini jauh lebih rendah dibanding tahun 2024 yang membuka 1,46 juta posisi.
Penurunan ini dipicu oleh beberapa perusahaan yang mengurangi perekrutan untuk posisi pemula. Laporan Kesiapan Kerja Lulusan 2025 dari perusahaan di bidang teknologi pendidikan (edtech) seperti Cengage Group, menyebut saat ini menjadi pasar kerja tersulit bagi pemula, sedikitnya dalam lima tahun terakhir.
Laporan tersebut juga menyebut, 30 persen lulusan berhasil mendapat pekerjaan yang linear dengan jurusan mereka. Sementara 75 persen penyedia lapangan kerja hanya menerima karyawan pada level pemula setara atau lebih sedikit dengan tahun sebelumnya.
Meski begitu, laporan Winter 2026 Salary Survey yang dilakukan National Association of Colleges and Employers (NACE) menemukan, ada 10 lulusan yang paling banyak dicari perusahaan pada 2026.
Survei yang diikuti oleh 150 organisasi anggota ini, menghitung persentase perusahaan yang merespons dan bersedia untuk merekrut para lulusan baru dari berbagai jurusan. Lantas ada jurusan apa saja yang paling banyak dilirik perusahaan? berikut ini daftarnya, yang dikutip dari CNBC.
10 Lulusan S1 yang Paling Banyak Dicari Perusahaan
1. Finance/Keuangan: 61,3%
2. Teknik Mesin: 61,3%
3. Ilmu Komputer: 60%
4. Akuntansi: 58,7%
5. Administrasi/Manajemen Bisnis: 58,7%
6. Teknik Elektro: 51,3%
7. Ilmu dan Sistem Informasi: 48%
8. Logistik/Rantai Pasokan: 44,7%
9. Marketing/Pemasaran: 44%
10. Human Resources/SDM: 40%
Ada Peningkatan Gaji pada 2026
Hasil survei NACE juga menemukan adanya peningkatan upah pada 2026, hampir di seluruh lulusan perguruan tinggi yang meliputi berbagai bidang studi. Tercatat, hanya rumpun ilmu sosial yang mengalami penurunan gaji sejak 2025.
“Kami melihat bahwa sebagian besar pemberi kerja mengantisipasi kenaikan gaji, yang merupakan kabar baik terutama mengingat perekrutan diperkirakan akan stagnan untuk angkatan tahun 2026,” ujar Shawn VanDerziel, presiden dan CEO NACE, yang dikutip dari CNBC.
Menurutnya, kenaikan upah pekerja pada tahap awal karier akan berdampak signifikan di kemudian hari.
Nah, dari jurusan paling dicari perusahaan di atas, mana yang detikers incar untuk kuliah?


















